Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

May 20, 2012

Save the Earth...



Ketika daun terakhir telah gugur,
dan ketika mata air  telah mengering.
ketika laut tak lagi menhasilkan,
dan bumi tak lagi nyaman untuk dipijak
Barulah kita mengerti pentingnnya menjaga lingkungan
Jadilah generasi pelindung bumi
Together we can stop Global Warming

Oct 11, 2011

Sehelai Daun

Jika aku menjelma sehelai daun, aku ingin menjadi daun di pohon yang tinggi. 
Hingga bisa kupandangi dunia ini.
Bila malam tiba, aku akan berdekatan dengan bulan yang memelukku dengan sinarnya.
Bila pagi menjelma, embun pun akan datang melukisku dengan lembut.
Lalu aku akan bergoyang bersama angin di musim semi, 
dan menikmati tetes air pada musim  hujan.

Semua daun akan berubah warna, aku tahu itu.
Tak mengapa, warna daun toh akan memberikan keindahan pada dunia.

Jika aku bisa memilih pada hari dimana aku akan jatuh.
Aku akan memilih di pagi hari saat Oktober. Dimana, saat itu angin datang memanggil, 
dan matahari menyiramiku dengan cahaya keemasan yang mengalir di sela sela dedaunan
laksana madu.
Keindahan akan menemaniku saat aku melayang, ringan, terjatuh dari pohon...begitu tenang...lalu perlahan berbaring beristirahat disini...di tanah ini...

 diambil dai :  http://puisidaun.blogspot.com/2009_09_01_archive.html

Ingin kupeluk senja itu kembali ...

Aku mematung pilu melihat sang mentari mengecup garis cakrawala,
 dan mempertemukan aku kembali dengan sang senja.
Senja yang meredupkan hari dalam kepekatan malam,
Senja yang membuai penat hidup ku dalam balutan mimpi.
Di Senja ini kita pernah berjanji, 
dan di senja ini pula kita mengingkarinya.
Oh senja, dapatkan tangan ini mengembalikan Sang waktu
tuk menikmati kecupan itu lagi,
tuk merasakan kehangatan tubuhnya kembali.
aku hanya berharap Sang Khaliq mempertemukan ku kembali dengan senja itu...

Mar 26, 2011

Secangkir hangat Cappuchio buat Kalian...

Bintang yang terpendar di angkasa malam ini,
Bercerita tentang sebuah persahabatan,
Persahabatan yang terjalin di bawah pohon mahoni di jalan Banda Bandung.
Yeah ini cerita tentang kita,
tentang aku, Angie, Elza dan di bontot Adhe.
Kalian terlahir untuk menjadi belahan jiwaku,
Yang masih mau mendengarkan semua keluhanku, saat kalian sedang berasa dalam peluh,

Yang masih mau membelai disaat kekecewaan mendera, walau kalianpun sedang dalam gelisah...

Kalian adalah hadiah dari surga diulang tahun ku yang ke 26
Dan 2 tahun setelah itupun kalian tetap hadiah terindah buat ku.
Menuntun jalanku saat tersesat & tak tahu jalan pulang, melindungiku saat terik dan panasnya kehidupan menderaku, menegurku disaat ku mulai bertindak kacau, dan menjadi pendengarku yang setia disaat ku berceloteh tentang si dia, mereka, dan tentang kekesalanku di hari itu…
Kalian adalah keindahan dalam hidup,
Laksana pelangi, kalian menorehkan warna-warni pada kanvas hidupku,
Laksana komposer handal, kalian tlah mengubah susunan not dalam tangga nada jiwaku...


Sahabat…
Pernah sesekali kita tak meninggalkan jejak yang sama,
Berseteru, berbeda pendapat, dan bersilat lidah,
Namun suatu keadaan membuat segalanya baik kembali.
ooh… apa jadinya hidupku tanpa kalian
si Angie yang selalu melek tehnologi…
si Elza dengan sikap heroiknya …
dan si bontot Adhe yang menambah bobotku…
Dalam banyak waktu yang telah kulewati bersama kalian
Dalam banyak kisah yang telah kualami bersama kalian
Dalam banyak khayalan yang tercipta bersama kalian
Dan mimpi-mimpi yang terinspirasi dari kalian
aku telah mendapatkan begitu banyak kisah

Aku hanyalah perempuan
yang tengah mencari muara kedewasaan
Yang kadang sering melukai
dan menyakiti hati kalian
Yang kalanya melangkah sendiri beralaskan keanguhan & keegoisanku
Kekurangdewasaanku, keterbatasan dalam diriku
Kebodohanku, dan segala kekhilafanku
Seringkali menjadi bumerang dalam persahabatan kita.
Namun...
anugerah Tuhan memang begitu indah
Kalian selalu mencari dan memeluku dengan kehangatan, menyadarkanku dari segala khilaf dan kembali membuatku tersenyum menatap diri sendiri
Aaaaah, kalianlah memang sahabat-sahabatku yang luar biasa

Dan kini saat satu babak dalam hidup telah kulalui,
Dan ada jalan yang tlah membentang untuk ku lalui
Jalan yang semakin penuh dengan lika liku
Dan hanya aku yang melangkah disana, tanpa kalian
Oooh apa jadinya nanti, kala tak ada kalian?
Masih sanggupkah aku menitinya
Masih beranikah aku berjalan dengan kepala terangkat
Dan tertawa riang diakhir perjalanan seperti sekarang?
Entah bagaimana ku harus berucap terimakasih
Membalas segala yang telah kita lalui bersama
Yang kuraih hari ini adalah hasil dari cinta kalian
Yang kupeluk hari ini adalah hasil dari semangat kalian
Yang kurengkuh hari ini adalah hasil dari senyum hangat kalian
Dan semangatku hari ini adalah hasil dari tawa bahagian kalian...

Sahabat-sahabatku,
Mungkin mentari yang kan menyinari kita berbeda
Dan arah tujuan kitapun tak sama lagi
Untuk masa depan
yang tak pernah mampu kita ramalkan
Biarkan hari ini memeluk masa silam kita dengan kenangan dan masa depan dengan penuh kerinduan.

Terimakasih sahabatku,
Terimakasih atas segala

Bandung 18 Mei 2010
sahabat kalian yang paling Bohay
Miss Kiting

Ketika hatiku tlah disakiti, ajarku tuk memiliki hati mengampuni,
Ketika keputusasaan melingkupi ku, ajarku tuk tak menyerah,


Ketika orang lain menghakimiku, ajarku tuk bisa memeluk mereka dengan damai,
Ketika setiap rencana hidupku hancur berantakan, ajarku tuk berserah,
Ketika setiap peristiwa hanya memberikan kekecewaan dan air mata, ajarku untuk tetap bersyukur.
Ketika aku tak memahami rencanaMU atas hidupku, ajarku tuk tetap percaya.


Ajar ku tuk tetap setia padaMu ya Tuhan...

Cara ku Mencintaimu ...

Aku mencintaimu dalam kesunyianku,
Karena dalam sunyi tak kan kutemukan penolakanmu.
Aku mencintaimu dalam kesepianku,
Karena dalam sepi tak kan ada yang memilikimu selain aku.
Aku mencintaimu dalam malam-malamku,
Karena hanya pada malam dapat kupeluk bayangmu.
Aku mencintaimu dalam nyenyak tidurku,
Karena hanya dalam mimpi kau nyata untukmu.
Aku mencintaimu dalam sesak piluku,
Karena dalam kepiluan ada air mata yang tercurah atas namamu.
Andai kau tahu...
Takkan mudah bagiku tuk menyapa cinta yang lain,
Karena aku hanya memiliki satu cinta dihati.
Beginilah cara ku tuk mencintaimu 

To Mr. R ...
Terimakasih telah mengajari ku banyak hal (Bandung, 29/01/09)